Thursday, March 21, 2013

I want to have a travel business

In a need for light travel bag and all the stuffs, I've been searching for websites that manufacture travel necessaries for inspiration. Turns out, I got an idea, why don't I make a business of it? I just need people to supply me with travel stuff (especially light stuffs), all travellers need for a comfort life on the road. Any idea?

Saturday, March 2, 2013

Distance Out

So, today I've been thinking about social media and stuffs. I mean, I do live alone with not so many friends-but the ones I have is great and I am so grateful to have them in my life- but sometimes I am keeping a distance from people. I do have Blackberry with Twitter Apps, Facebook App, Whatsapp, and that's all the way to be in the social world. But it's been few days since my monthly credit finished and I haven't put some more credits into it, and now I slightly feel the guilty feeling. The fact that I leave my phone on the floor, at the same spot without pick it up for days -sometimes only to charge it if I remember, frustates my bestie. Well... I do not know why exactly I do that. I do hate when I missed out an occasion with friends, karaoke, coffee time, and so on, but...sometimes I feel it is better for everyone to not meeting me in some circumstances. Keeping a peace on the plate.

Wednesday, February 20, 2013

Jayapura Images

A secret beach, no human, no name, somewhere only we know :)
I drove the 15PK  , how cool... ;)
Japan shipwreck, it was a supply ship. Shot down by US Army.

Yea, like a dog peeing the new area.

The secret beach
Jayapura from the top

Monday, February 18, 2013

"Triple 6" way back home

So I just came back from my one-week Papua trip. It was to Jayapura, where I grew up for 10 years. That place has changed a lot for these 19 years long. I will have to update the pictures later on. Now on, I am still amazed about the way back.

It was a "triple-6" trip. I called it so because I took 6 hours on a plane from Jayapura to Jakarta (east to west Indonesia), and then took a meal stop at my brother's in laws house for an hour before we continue the Java trip with car, 6 hours from Jakarta to Cirebon. We discussed it on the way to Cirebon, which way the best, whether to take one night stay in Cirebon or continue the trip to Salatiga that night. Well, the decision was good enough for me, we will rest the muscles at Salatiga. So there was 6 hours back to Salatiga by bus. I am amazed that I don't feel any pain, but a bit tired. That was a great way back home!

Saturday, February 9, 2013

Jayapura, Here I come!

Dua hari yang lalu di Bali adalah hari yang biasa saja, selain karena aku merasa sepertinya Salatiga sedang memanggil anaknya pulang. Dan tiba tiba sore datang, dan tiba tiba seorang kakak menelpon, dan tiba tiba saya sudah berada di jalan, dan untuk kesekian kalinya menemukan diri saya membeli tiket pesawat online, kali ini tujuannya JAYAPURA, PAPUA. Semuanya cepat, semuanya spontan. Semuanya, tanpa ragu sedikitpun. Dan di hari yang sama, hey, saya sudah ada di Jakarta, siap dengan pengalaman apapun yang ada di depan.

Ada sensasi khusus bagi para traveller tentang istilah spontanitas. Spontanitas bagi para traveller itu.....berbeda. Campuran dari gembira yang kekanak-kanakan, ditahan sedikit oleh keharusan merumuskan dan membagi plan dan waktu, rasa ragu, dan sistem auto-pilot. Semua traveller, seterbiasa apapun dengan hidup nomad, pasti masih merasakan sensasi yang sama. Dan serius, saya tidak mau kehilangan rasa itu sampai kapanpun.

So I was proudly born in Papua. Dibesarkan dan menikmati masa kecil selama 10 tahun di kota Jayapura. Hidup berlanjut dengan caranya sendiri, dan akhirnya saya menetapkan pilihan untuk hidup di Bali (sudah tidak lagi, I am a proud nomad :D). Tapi kenangan tentang Jayapura tidak akan pernah hilang. Kota itu cantik, beragam, tempat dimana dulu tidak ada perbedaan agama dan rasisme.

Saya masuk SD di sebuah SDN Inpres, yang sampai sekarang masih jadi bahan ejekan teman-teman di Jawa. Sudah 19 tahun saya meninggalkan kota itu. Saya ingat waktu kami sekeluarga baru membiasakan hidup baru di kota Solo, Jawa Tengah, saya sering menangis dan meminta untuk "pulang saja ke Jayapura". Anak kecil memang paling sensitif masalah comfort zone. Dan sekarang saya terharu sendiri dengan tulisan ini. Si kecil itu akan pulang, akhirnya. Setelah waktu yang lama, setelah hidup yang membawaku kemana mana akhirnya saya akan pulang. Besok lusa, matahari Papua akan kembali lagi menghangatkan dan mengeringkan air mata.

Thursday, February 7, 2013

I am not rich

Judul postingan ini untuk menegaskan situasi keuangan saya. I worked, I work, and always will find a way to make money. Currently my favorite thing to do is being a Virtual Assitant. I have Economics background, I worked as secretary, personal assistant, finance and manager. I also work my life out. Hahaha. But I never a rich in financial term. Neither did my parents. Believe me.

Menjadi Virtual Assistant adalah jalan terbaik saat ini supaya keputusan saya untuk hidup nomaden bisa terus berlanjut sepanjang saya suka. Tentu saja saya punya banyak impian dan ide. Mengubah pola dan gaya hidup akan SELALU membuat kita kreatif. Saya jadi terus berpikir bagaimana melanjutkan perjalanan ini, dengan selamat tentunya. Dan ketika setahun setelah saya memutuskan untuk hidup tidak menetap, saya memberanikan diri untuk membuat blog ini. Semoga dari sini juga bisa jadi inspirasi baru. Tolong bantu saya yaaa.. :) *ngomong a la peserta quiz jepang*

Keputusan Pribadi

Isn't this life a play ground? Some of us play to compete, some play to having fun. Well, dan saya membuat taman bermain saya sendiri. It's been a year long from that one day I woke up and and say to myself, "I need a change". The fact is, I will always need a change. Yes, termasuk jika nanti saya memutuskan untuk kembali ke "rumah". So let's the game started.

Why I decided to be like this? Having no home, walk with only one backpack, leave or stay whenever I like, aren't we all need a stable life? A house to go home to in the end of the day, bla bla bla. YES, it's true. But I am tired of weighing all that needs on my shoulder, termasuk semua barang yang pernah saya punyai. Isi kamar. Jadi saya hubungi semua kawan saya dan membuka garage sale. Or giving it for free. Just take it away from me, adalah kata kunci saya. Pros and cons arose. Sebagian dari kawan kawan saya yang mengerti, hanya melongo. Sebagian lagi, masih terus mempertanyakan. Tidak ada yang benar benar mendukung. Sampai sekarang. Tapi bagi yang mengerti, itu sudah cukup. Toh resiko ini ada di tangan saya. Dan resiko ini menyenangkan, setidaknya bagi saya. Air matanya manis :).